Sekarang gua mau bercerita tentang “temen” gua, mungkin lebih special dikit. Dia sekelas sama gua, saat gua nulis ini dia duduk di semester 2 di sebuah sekolah tinggi manajemen ilmu komputer di Bandung. Namanya f2, kelahiran ciamis tanggal 28 April 1991. Ketika SMA dia sekolah di SMA Informatika Bina Nusantara ciamis tentunya.
Secara fisik, *bukan berarti gua nilai seseorang dari fisik ya!* dia tidak cantik tapi manis. Matanya lebar, mungkin akibat jadi penggila boliwood. Kulitya pun berwarna hitam muda *eeemmm, emang ada ya?!* tingginya tidak lebih dari 160 cm, gua tau karena toh gua yang 160 cm dan dia tetep lebih pendek dari gua*HAHAHAHA… sabar ya ayang ya!*.
Dia orang yang cukup care terhadap orang lain, baik hati, tidak sombong, dan rajin menyabun. Orangnya cukup alim, bukan karena kerudungnya lho. Jujur sama temen, polos bahkan super polos, lebih lebih polosnya keterlaluan. Pernah suatu hari ketika gua kenal baru beberapa hari sama dia, dengan muka yang maha dodol dia memberikan flashdisknya buat di scan di komputer gua yang notabene ada di tempat gua magang. Bahkan ada kejadian yang lebih dari maha dodol. Dengan muka yang polos tanpa corak dari batik daerah manapundia minta antar ke orang yang baru hari itu dia kenal buat ngambil duit di ATM yang daerahnya dia sendiri gag tau, extreme. But that she…
Hari-hari gua sama dia berjalan dengan semestinya, sapi masih makan rumput, dan komunitas NEC masih boker di WC. Gua dapet dibilang deket sama dia, bahkan terlalu deket sehingga memungkinkan gua sering nitip kepala gua sama bahu dia. Kebiasaan gua ketika nitipin kepala sama dia paling cuma cium (mengendus) bau farfum dia yang khas, farfum kambing. Gua seneng bercanda sama dia, dan gua paling stres kalo dia dengan bad mood nya menghiasi wajahnya semakin memperkeruh suasana hati gua, dengan segala cara dan maha ganteng gua, gua hibur dia dengan sekuat tenaga bahkan sampe tetes susu bendera coklat terakhir. Paling dua atau tiga hari wajahnya dah mulai berseri dan menghiasi hari-hari gua lagi.
Namun kawan, hari-hari indah gua sama dia yang selalu gua panggil ayang meski gag punya status, berakhir. Hari itu muncul si An**ng yang berinisial “M”, tapi M yang dimaksud bukan nama gua. Dia sering sms an sama si An**ng yang mulai saat ini kita singkan S.A. S.A sering sms dia dan melakukan pergombalan ria. Sumpah, gua benci sama cowok yang paling hobi bergombal ria. Mereka merendahkan martabat dan ke-glossy-an mereka dengan memuja cewek, semoga manusia terkutuk itu akan merasakan akibatnya. Amin. Ketika S.A hadir dalam kehidupan kami berdua (cieee… kami berdua?!!) hati gua super hancur, semua sifat alami gua mulai dari kata-kata kotor, fikiran kotor, sampe kamar kostan yang kotor gua tunjukin. Gag perduli sama siapapun gua bener-bener hancur gara-gara S.A.
Masa-masa kehancuran hati gua berakhir dengan mendengar lirik lagu yang kira-kira kayak gini nih :
“setiap insan pasti merasakan rasa cinta yang hadir di dalam jiwa. Senang dirasa bila cinta datang menjelma berbunga-bunga hati dibuatnya. Tapi ingatlah wahai insan, jangan terlena kau di buai cinta, karena bila kita salah mengartikan hidup kita kan merana. Cintailai yang Maha Pemberi Cinta, agar cintanya bersemi dihati, jadi cahaya penerang jiwa penghibur duka dan lara …”
Lirik lagu tersebut daripada di atas mengubah fikiran gua tentang cinta. Gag bisa gua kashi lagunya coz tu lagu belum beredar albumnya, sorry ya guys!
Suatu hari hari terakhir UTS gua beraniin diri buat ngomong sama dia, gua ngombrol sama dia CUMA BERDUA. Gua bilang blak-blakan mengenai apa yang terjadi sama gua akhir-akhir ini dan apa yang menyebabkan gua ambruk. Gua bilang, gua gag bisa mutusin apa gua suka ato enggak sama dia. Gua gag mau ngambil keputusan secepat itu, gua khawatir kalo itu Cuma perasaan sesaat. Tapi sampe gua nulis ini perasaan gua sama dia titit (bunyi sensor). Tapi apapun bagaimanapun seorang yang bergelar M.Ga kayak gua seseorang yang mudah dapetin cewek manapun yang gua mau gag bisa maksain perasaan. Kalo S.A bisa bikin dia suka, ya udah yang bisa gua lakuin Cuma bilang “penyesalan loe gag bisa rubah keputusan gua!”.
Disamping itu, ada hal yang gua pusingin. Gua suka sama 3 cewek pada saat yang sama meski kadar cinta gua buat ke-tiga cewek tersebut berbeda. I love you all… *parah ya?* satu lagi, gua bukan penganut poligami. Kalo difikir-fikir gag nyambung ya sama judul. Cuma kebetulan gua nulis ini pada saat dia berulang tahun.
Posted by maoels

