Berhubung banyak yang nyari duit VIA blog, dan notabene menggunakan blogger. Keknya aq juga pindah ke blogger. Ini link q :
http://gamecotica.blogspot.com
Berhubung banyak yang nyari duit VIA blog, dan notabene menggunakan blogger. Keknya aq juga pindah ke blogger. Ini link q :
http://gamecotica.blogspot.com
<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>
Sekarang permulaan bulan mei. Bagi beberapa orang awal bulan merupakan hal yang menyenangkan misalkan dapet gaji dari perusahaan, menyenangkan bukan?! Tapi enggak buat gua. Awal bulan ini gua mesti nentuin kemana jalan gua bakalan melangkah buat masa depan gua. Beberapa hari yang lalu gua dengan semi resmi mengundurkan diri dari keanggotaan Magang Kerja supaya Kuliah Gratis. Awal bulan ini gua tetapkan sebagai awal kemandirian gua, kedewasaan gua.
Karena gua bukan anggota magang lagi, otomatis romantis gua jadi ikut bayar ke kampuz, walah bener-bener gila. Gua bener-bener mempertaruhkan masa depan gua dalam hitungan hari. Konsekwensi dari hal ini adalah, kalo gua enggak betah kerja di sana berarti gua kalah dalam artian gua gag bisa kuliah dan gua jadi pengangguran lagi. Tapi andaikata gua betah, gua bisa biaya kul sendiri dan satu hal yang penting gua di IJINKAN untuk PACARAN, wow…senenggg…. yupz gua kerja bukan cuma cari uang buat kuliah, tapi buat syarat kalo gua boleh pacaran. Keseluruhan hal andai gua menang dapat di rangkum menjadi SENANG!.
Oke, lebih detai lagi. Andai kata gua kalah dalam gambling hidup gua sendiri, hal yang akan terjadi yaitu : (1) Gua berhenti kuliah [mungkin selamanya] (2) Gua jadi pengangguran yang bolak balik sana sini buat dapetin kerjaan. (3) Gua bakalan jadi jomblo forever karena gag ada cewek yang mau sama pengangguran. (4) Mungkin gua bakalan milih mati, atau (5) Gua pergi mengembara ke tempat antah berantah dan mencoba untuk “hidup”. Masih banyak lagi sih efek kalo gua kalah dalam pertaruhan dalam hidup gua.
Sekarang kalo misalkan gua menang dalam gambler kehidupan. (1) Gua punya uang/ income sendiri tanpa memanfaatkan ortu (2) Gua di Halalkan berpacaran (3) Kuliah… lanjuuttt (4) Ilmu gua bertambah (5) Seenggaknya gua tau masa depan gua kayak gimana. Hmm… enak kan kalo menang dalam gambling kehidupan?!
Tapi yang gua tau dan yang gua jadiin prinsip, (1) KITA SEMUA ADALAH JUARA, ketika masih berbentuk sperm kita adalah orang yang menang diantara miliaran sperm lain yang dapat mencapai sel telur dengan selamat, (2) ALLAH MEMBERIKAN YANG TERBAIK, oleh karena itu Allah SWT cuma nyuruh kepada umatnya untuk bertawakal, selanjutnya terserah Allah, (3) Dunia itu memiliki suatu rahasia kehidupan yaitu ATTRACTION, yup ketertarikan. Silakan baca buku The Secret kalu mau lengkap sekalian nonton DVD-nya.
Yupz guyz, itu dulu curhatan awal bulan gua buat kali ini. Hidup tuh pertaruhan, kita tidak berhak meng-judge apa yang akan terjadi. Cukup berusaha, meminta, merasakan, dan “keinginanmu adalah tugasku”.
Oke kemarin gua udah nulis tentang f2 yang berulang tahun pada tanggal 28 April kemaren. Pada malem hari waktu gua kuliah Pemrograma Pascal dengan agak kurang sukses gerak-gerik gua ma temen-temen lain udah kebaca sama mata bolliwoodnya. Semua kegagalan itu bermula karena hujan yang turun keroyokan yang membawa berjuta – juta bahkan bermiliar temen-temen rintik hujan yang lain. Bolu belum dipesen, pokoknya persiapan yang ada cuma snack kecil yang bertuliskan selamat ulang tahun namun tanpa yang ulang tahun tahu. Habis mata kuliah di Lab tadi semua orang yang ada di kampus dibagikan snack tanpa terkecuali. Beberapa orang dodol pasti berkata “Nia kamu ulang tahun?” (Nia, terdakwa1: yang membagikan snack) gua sih dalem hati cuma bisa bilang “dodol loe, baca dulu baru ngomong. Dasar dodol!”.
Setelah selesai membagikan, beberapa orang mengucapkan selamat pada korban (f2, korban penganiayaan terdakwa), hujan masih berjatuhan ke bumi, dan temen gua masih di WC memikirkan nasib yang menimpanya. Planning B, pocong ganteng (gua, terdakwa 2 : yang nyamar jadi pocong ganteng) dan temen pocongnya (asti, terdakwa 3 : temen pocong ganteng) menunggu di gang tempat korban melintas menuju ke kost-an-nya. teh mega (mega, terdakwa 4 : yang beli kue ultah) sudah siap di deket jualan gorengan pisang sambil nge-goda tukang gorengannya. Dan teh resti (resti, terdakwa 5 : tukang ojek terdakwa 4) mengantar korban melewati riba campuran sampah, tanah, dan gerobak bakso yang bau daging sapi. Sampe di gang temen pocong ganteng menampakan dirinya, sang korban tanpa sepengetahuannya menutup wajahnya. Tak lama kemudian muncullah pocong ganteng di balik gerobak bakso sambil meloncat-loncat lucu dengan wajah gantengnya. Dan terdakwa pun lari pontang-panting ketakutan sambil menutup wajahnya yang mulai menangis histeris mungkin sambil mau pipis, hehe.. waktu lari, wah mantap bro gua baru tau kalo dia tuh ternyata atlet lari ketakutan, dataran yang tak rata terlihat mudah di lewati olehnya.
Setelah menangis dengan posisi jongkok gaya mau boker dengan menutup matanya yang bolliwood itu, para tersangka pun dengan bertepuk tangan seperti kuda nonton sirkus (emang kuda bisa tepuk tangan ya?!!) sambil menyanyikan lagu wajib selamat ulang tahun datang menghampirnya, yang mungkin udah pipis heheh. Gag perduli kalo si emang tukang soto di pinggir jalan ngeliatin para tersangka dan korban yang mulai ketawa-ketawa tanpa sebab yang jelas, para tersangka dan korban akhirnya di bawa ke kampus oleh pocong ganteng yang selalu ada di sisi korban (curi kesempatan tuuuhhh..).
Sampe di kampus kami langsung nge-booking kelas (bisa ya?!) kemudia bolu pun dibelah dan dibagikan kepada para pemangsa bolu. Canda tawa dan gurau bersahutan di kelas sampe dosen di lab pun merasa terusik dengan keberadaan kami. Dan yang menyebalkan kenapa gua yang jadi pocong ganteng ini selalu jadi kambing hitam, heu heu susah jadi orang ganteng. Beberapa saat waktu dia lagi berdiri sambil memegangi kue, gua langsung menyiramnya (kayak bunga aja!) dengan air comberan aqua yang dibeli teh nia. Dia dengan posisi diam pasrah akhirnya dengan sukses basah sampe daleman-nya. Beberapa kejadian selanjutnya gag gua ceritain coz dah capek ngetik. Dan banyak kerjaan yang bikin gua botak.
Pokoknya perayaan ultah tadi malem adalah perayaan yang paling bikin gua seneng banget padahal gua cuma jadi terdakwa. Gag tau kenapa ya? Pokoknya seneeeeengggg tak terkira. Ngemeng-ngemeng kalo diliat-liat dia makin titit (bunyi sensor) deh!
tambahan ada satu terdakwa lagi (erna), karena perannya cuma ngebujuk korban aja jadi kelewat maaph ya eer… hehehe..
Minggu depan gua upload video penganiayaan-nya! Wish me luck!
Sekarang gua mau bercerita tentang “temen” gua, mungkin lebih special dikit. Dia sekelas sama gua, saat gua nulis ini dia duduk di semester 2 di sebuah sekolah tinggi manajemen ilmu komputer di Bandung. Namanya f2, kelahiran ciamis tanggal 28 April 1991. Ketika SMA dia sekolah di SMA Informatika Bina Nusantara ciamis tentunya.
Secara fisik, *bukan berarti gua nilai seseorang dari fisik ya!* dia tidak cantik tapi manis. Matanya lebar, mungkin akibat jadi penggila boliwood. Kulitya pun berwarna hitam muda *eeemmm, emang ada ya?!* tingginya tidak lebih dari 160 cm, gua tau karena toh gua yang 160 cm dan dia tetep lebih pendek dari gua*HAHAHAHA… sabar ya ayang ya!*.
Dia orang yang cukup care terhadap orang lain, baik hati, tidak sombong, dan rajin menyabun. Orangnya cukup alim, bukan karena kerudungnya lho. Jujur sama temen, polos bahkan super polos, lebih lebih polosnya keterlaluan. Pernah suatu hari ketika gua kenal baru beberapa hari sama dia, dengan muka yang maha dodol dia memberikan flashdisknya buat di scan di komputer gua yang notabene ada di tempat gua magang. Bahkan ada kejadian yang lebih dari maha dodol. Dengan muka yang polos tanpa corak dari batik daerah manapundia minta antar ke orang yang baru hari itu dia kenal buat ngambil duit di ATM yang daerahnya dia sendiri gag tau, extreme. But that she…
Hari-hari gua sama dia berjalan dengan semestinya, sapi masih makan rumput, dan komunitas NEC masih boker di WC. Gua dapet dibilang deket sama dia, bahkan terlalu deket sehingga memungkinkan gua sering nitip kepala gua sama bahu dia. Kebiasaan gua ketika nitipin kepala sama dia paling cuma cium (mengendus) bau farfum dia yang khas, farfum kambing. Gua seneng bercanda sama dia, dan gua paling stres kalo dia dengan bad mood nya menghiasi wajahnya semakin memperkeruh suasana hati gua, dengan segala cara dan maha ganteng gua, gua hibur dia dengan sekuat tenaga bahkan sampe tetes susu bendera coklat terakhir. Paling dua atau tiga hari wajahnya dah mulai berseri dan menghiasi hari-hari gua lagi.
Namun kawan, hari-hari indah gua sama dia yang selalu gua panggil ayang meski gag punya status, berakhir. Hari itu muncul si An**ng yang berinisial “M”, tapi M yang dimaksud bukan nama gua. Dia sering sms an sama si An**ng yang mulai saat ini kita singkan S.A. S.A sering sms dia dan melakukan pergombalan ria. Sumpah, gua benci sama cowok yang paling hobi bergombal ria. Mereka merendahkan martabat dan ke-glossy-an mereka dengan memuja cewek, semoga manusia terkutuk itu akan merasakan akibatnya. Amin. Ketika S.A hadir dalam kehidupan kami berdua (cieee… kami berdua?!!) hati gua super hancur, semua sifat alami gua mulai dari kata-kata kotor, fikiran kotor, sampe kamar kostan yang kotor gua tunjukin. Gag perduli sama siapapun gua bener-bener hancur gara-gara S.A.
Masa-masa kehancuran hati gua berakhir dengan mendengar lirik lagu yang kira-kira kayak gini nih :
“setiap insan pasti merasakan rasa cinta yang hadir di dalam jiwa. Senang dirasa bila cinta datang menjelma berbunga-bunga hati dibuatnya. Tapi ingatlah wahai insan, jangan terlena kau di buai cinta, karena bila kita salah mengartikan hidup kita kan merana. Cintailai yang Maha Pemberi Cinta, agar cintanya bersemi dihati, jadi cahaya penerang jiwa penghibur duka dan lara …”
Lirik lagu tersebut daripada di atas mengubah fikiran gua tentang cinta. Gag bisa gua kashi lagunya coz tu lagu belum beredar albumnya, sorry ya guys!
Suatu hari hari terakhir UTS gua beraniin diri buat ngomong sama dia, gua ngombrol sama dia CUMA BERDUA. Gua bilang blak-blakan mengenai apa yang terjadi sama gua akhir-akhir ini dan apa yang menyebabkan gua ambruk. Gua bilang, gua gag bisa mutusin apa gua suka ato enggak sama dia. Gua gag mau ngambil keputusan secepat itu, gua khawatir kalo itu Cuma perasaan sesaat. Tapi sampe gua nulis ini perasaan gua sama dia titit (bunyi sensor). Tapi apapun bagaimanapun seorang yang bergelar M.Ga kayak gua seseorang yang mudah dapetin cewek manapun yang gua mau gag bisa maksain perasaan. Kalo S.A bisa bikin dia suka, ya udah yang bisa gua lakuin Cuma bilang “penyesalan loe gag bisa rubah keputusan gua!”.
Disamping itu, ada hal yang gua pusingin. Gua suka sama 3 cewek pada saat yang sama meski kadar cinta gua buat ke-tiga cewek tersebut berbeda. I love you all… *parah ya?* satu lagi, gua bukan penganut poligami. Kalo difikir-fikir gag nyambung ya sama judul. Cuma kebetulan gua nulis ini pada saat dia berulang tahun.
Ada lirik lagu yang gile, ngocak brad. pertama dengerin waktu di angkot eh malah penasaran, akhirnya dapet juga hohoho,,, makasih mang angkot lagunya gokielll
nie liriknya:
lupa-lupa ingat – kuburan
lupa..lupa lupa lupa lupa lagi syairnya…
lupa..lupa lupa lupa lupa lagi syairnya…
ingat..ingat ingat ingat cuma ingat kuncinya…
ingat..aku ingat ingat cuma ingat kuncinya…
C A minor D minor Ke G ke C lagi
A minor D minor Ke G ke C lagi (2x)
lupa..lupa lupa lupa lupa lagi syairnya…
lupa..aku lupa lupa lupa lagi syairnya…
ingat..ingat ingat ingat cuma ingat kuncinya…
ingat..aku ingat ingat cuma ingat kuncinya…
C A minor D minor Ke G ke C lagi
A minor D minor Ke G ke C lagi (2x)
interlude
C A minor D minor Ke G ke C lagi
A minor D minor Ke G ke C lagi (5x)
ke C lagi…
ke C lagi..
ke C lagi..
ke C minooorrrr…..
yang mau dunlud linknya disini
Nie video clip… sungguh… sungguh… biadabbbb….. ngocak gilaaa…..
cari aja di you tube!
Langit mulai muram, sore hari gelap bukan karena malam. Tetes demi tetes air mata langit dihempaskannya ke bumi. Tekad dalam hatiku, kubulatkan. Ku rampas motor dari kakakku, memohon izin kepada orang tua ku bahwa aku akan ke rumah temanku, ya teman ku, hanya teman seperti ku bilang. Bergegas aku pergi, berpacu dengan hujan yang semakin menggila. Ah… aku tak dapat menolak diriku sendiri.
Sudah satu tahun lebih aku tidak bertatap dengan dirinya. Rasa rindu yang kian hari makin menjadi, membuatku tak dapat mengatakan tidak kepadanya. “eh rumah km tuh dmn siy? Dah pindah ya? Gag ketemu tuh. lez” kukirim sms seperti itu, kemudian “enak aja, tetep kok cari aja masjid al-munajat. Q tunggu ya?” dia dengan manisnya membalas sms ku. Berkali-kali ku berjalan mengelilingi kampung itu, dan “ah! Akhirnya dadang juga” masjid al-munajat nan megah dihiasi dengan kaligrafi berlafadzkan Allah SWT di ujung atap yang tersusun berbentuk piramida bertumpuk tiga. Cahaya masjid yang terang, menerangi wilayahnya sekitar 25 meter dari masjid. Disana, ya disana dipinggir masjid kulihat bidadari yang tersenyum malu namun tetap menjaga image-nya sebagai mantan juara umum 6 kali berturut-turut ketika dia masih di SMA negeri di kota madya dekat Bandung Barat. Memegangi payung, menatap lurus diriku yang basah kuyup.
Diriku mendekat, begitu pula dirinya. Kami tak bersalaman karena tahu aturan main dari agama yang kami anut. “Hai… dah lama enggak ketemu” sapa-ku membuka pembicaraan. “iya gitu?” balasnya “ya, bahkan dah setahun lebih beberapa bulan”. Terdiam seperti orang patung, di depan rumahnya yang tepat di samping masjid yang berdiri kokoh itu. “Masuk dulu atuh?” suara indah itu memecah kesunyian. “ah enggak, di luar aja deh, gak bakalan lama-lama kok”, “oh, ya udah”.
Duduk tepat di depan tempat wuldhu masjid, di depan rumahnya. Berdua tak seorangpun mengganggu, ah… lagi-lagi ini sungguh indah. Setelah setahun lebih tidak bertatap, kini aku melihatnya disampingku. Wajah yang cantik satu tahun lalu, kini menjadi lebih cantik. Tubuh yang elok laksna gitar spanyol, dengan mata sipit, uh… benar-benar mampu mengendalikan diriku. Tiada kuasa atas diriku jika sesuatu berhubungan dengan dirinya. Permintaan-nya tak dapat ku tolak, mungkin jika ia menyuruhku mengkhatamkan hidupku, aku menurutinya.
Perasaan yang tumbuh ketika aku duduk dikelas 2 SMP, sekelas dengan dirinya. Meski kami disatukan ketika kelas 2 saja, sebenarnya aku sudah memiliki perasaan ketika dia duduk dikelas 1 SMP. Rambut terurai, dengan cara berjalan yang aneh membuatku penasaran akan dirinya. Ketika takdir mempertemukan kami dikelas 2, ah, sungguh mimpi yang menjadi kenyataan. Tepat disamping tempatku duduk menuntut ilmu, bidadari itu duduk manis, manis sekali. Wali kelasku masuk dengan cepat merasa dirinya telat, beliau duduk dan mulai mengabsen kami satu per satu. Dipanggillah namaku, dengan bangga aku mengangkat tangan mulai merasa menjadi orang yang pandai di kelas berhubung ketika kelas satu dahulu aku menjadi juara 1 di kelas dan juara umum ke 2 se-SMP. Kuperhatikan baik-baik, sekali-kali menatap dirinya. Lalu terdengar lolongan wali kelasku “R*ni S*****i” ah pada detik itu pula aku cengengesan laksana mendapatan durian jatuh bahkan pohonnya pun ikut rubuh.
Kami terduduk hanya berdua di atas kursi depan rumahnya. Kadang kulihat orang berlarian di depan kami karena hujan yang menggila itu. Obrolan yang ngaler-ngidul menghangatkan suasana malam nan dingin yang tak tertanggungkan. Kadang fikiran jahatku timbul, berfikir mungkin memeluk dirinya akan menghangatkan kami berdua. Tapi, suara yang tak memiliki wujud membisikan kepadaku “kesempatan tak datang dua kali” karena terbiasa cara pandang yang tak ladzim aku bukannya berfikir untuk mencari kesempatan dalam kesempitan, namun yang terfikira dalam benak-ku adalah “ya, kesempatan tak datang dua kali, dia mungkin berfikir aku akan memeluknya atau setidaknya memegang tangannya memanfaatkan kesempatan langka itu, tapi aku tak akan melakukan hal itu aku adalah pria yang menjunjung nilai agama meski kadang ngelantur, aku menghargai perempuan lain bagai aku menghargai ibuku.”
Hujan tetap deras seakan langit tak mengizinkan ku untuk meninggalkannya. Tubuh telah terlanjur basah, muka kusut, semua dandanan pamungkas yang telah ku siapkan sebelum bertemu dengannya telah sirna dihapus air mata langit. “Iren, aku pulang dulu ya?” kataku dengan sigap “kenapa?”, “enggak apa-apa sih, Cuma gak enak aja dah malem masih di rumah yang bukan muhrim” jawabku berlagak sok-alim. “oh, ya udah. Hati-hati ya ujan-nya gede”. Tubuhku terasa berat meninggalkannya malam itu, namun kata telah terucap sebagai lelaki tulen aku tak mau menarik kata-kataku sendiri karena telah difikir secara matang. Kududukan tubuhku yang mulai beranjak ideal ke jok motor kakak-ku yang mungkin ketika pulang kerumah nanti akan murka kepadaku. Kulihat dirinya yang masih mengamatiku di depan pintu rumah. Berangkatlah aku dengan wajah tersenyum puas.
Jalanan licin, tak menghalangiku untuk pulang ke rumah. Senang hatiku, seakan malam gelap, di sajikan dengan hujan yang deras, menjadi malam bulan purnama yang cerah. Indah brad (di baca: brother), indah sekali. Meski aku tahu, dengah haqul yakin seberat apapun pengorbanan ku kepadanya dia tak akan menjadikanku seseorang yang penting di hatinya hanya sebagai teman biasa. Meski dirinya dalam hatiku tetap menduduki jabatan cinta pertama yang tak kunjung padam.
Benarlah yang telah aku fikirkan, sesampai dirumah kakak-ku dengan memegang golok bersiap menyambutku di depan rumah (halah, berlebihan!) diceramahi-lah aku oleh kakak-ku, bukan karena aku mengambil motor begitu saja atau karena aku tidak memiliki SIM tapi karena aku lupa tidak membawa STNK milik kakak-ku. Ibuku menyuruhku bergegas mengganti baju dan makan dengan salah satu menu pilihan yang paling ku sukai, tak akan ku sebutkan apa menu itu. Mulai detik itu, setiap kegiatan yang ku lakukan terlihat dan terasa indah, hanya karena cinta yang tak mungkin di balas olehnya, takan, takan pernah. Meski kini hatiku berada di penjara lain, tak munafik jika aku mengatakan aku masih menyukainya meski kini aku rasakan mulai memudar karena aku menemukan bidadari lain yang pernah ku ceritakan kepadamu brad. Baca disini
My Girl! Maybe…
Malam ini, di kamar sempit yang hanya cukup untuk menyimpan kasur dan komputer berukuran “main frame ku”, aku termenung memikirkan apa yang hendak aku tulis untuk master piece artikel ku bulan ini. Namun tak lama kemudian aku sumringah tersenyum layaknya kera mendapatkan makanan. Aku ingat seseorang, seseorang yang aku suka, seseorang yang ingin aku taklukan, seseorang yang memiliki setengah dari hatiku. Ah, aku mendapatkan ide. Aku akan menulis mengenai dirinya.
Dia adalah sosok gadis yang lembut terhadap siapapun, istilah anak muda zaman sekarang adalah easy going. Dia baik terhadap temannya yang sama-sama kaum hawa dan baik pula dengan teman kaum adam. Tak ayal setiap orang merindukannya. Namun di balik kelebihan itu dia adalah orang yang memiliki kepala sekeras batu bahkan lebih keras dari baja. Dia orang yang sulit untuk di“jinak”an, dia keras dengan pendiriannya. Unik. Tak kurang dari beberapa teman dari golongan adam mengutarakan perasaan pada dirinya dan hasilnya nihil. Namun karena penolakannya itu justru aku semakin mantap melangkahkan kaki untuk mendekatinya. Dia gadis yang menantang, gadis yang memiliki kehidupan yang sulit untuk di bayangkan. Kadang kami kaum adam yang selalu setia mengaguminya sulit untuk menebak apa isi kepalanya yang sekeras baja itu. Pagi hari dia tertawa, senyum, ramah, low profile, dan membuat suasana asyik, namun itu tak berlangsung lama siang hari sampai sore hari dia bagaikan homo sapien yang kerasukan jin dari negeri antah berantah. Itulah gadis kesayangan ku.
Usianya kini hampir menginjak 17 tahun, yang bagi sebagian manusia usia itu adalah usia yang sakral dimana ketika hari ulang tahun itu sama persis dengan hari ketika orang yang berulang tahun di lahirkan. Bodoh, padahal selain usia 17 tahun ketika kita 6 tahun, 28 tahun, dan beberapa tahun lainnya kita pasti akan menemukan tanggal lahir dimana sama persis dengan hari lahir kita. Itulah manusia selalu melebih-lebihkan hal yang sepele. Dia pernah berjanji kepada ibunya ketika ia lulus dari smp, dia tak akan pernah ber-pacaran hingga kelas 2 sma. Sekarang dia sudah kelas 2 dan janji terhadap ibunya-pun telah terlaksanakan dengan baik. Seharusnya dia sudah dapat menggandeng salah satu dari kaum adam yang memujanya, namun seperti tadi aku bilang dia unik. Dia lebih senang untuk menjalin persahabatan dengan semua orang tanpa memikirkan hubungan seperti pacaran. Meskipun aku tahu sekarang ibunya di rumah sedang kebingungan mengapa anak gadisnya belum juga memperkenalkan pasangannya, ibunya kini mulai menerka-nerka apakah anak gadisnya tidak laku? Apa memiliki kelainan sexsual? Dan tanggapan-tanggapan aneh yang dilontarkan sang ibu di benaknya. Seperti aku bilang dia unik, dia tidak terlalu memikirkan apa yang ibunya khawatirkan.
Beberapa kaum adam dengan maha-idiotnya mendekatinya, seolah dirinya adalah merpati yang mudah untuk ditaklukan. Mereka menggunakan segala cara untuk mendapatkan sang pujaannya itu. Mulai dari mencari referensi dari majalah anak muda, teori-teori dari pakar pujangga kelas teri, hingga homo sapien yang menggap dirinya dapat mengabulkan segala keinginan client-nya alias dukun. Namun dirinya unik, tak bergeming sedikitpun terhadap reaksi kaum adam yang mencoba mendekatinya. Dengan lembut namun menusuk jantung dia mengatakan dengan bahasa sunda campuran bahasa yang dia kuasai “Abi-mah enggak mau pacaran dulu, karena abi-mah kalau suka-teh enggak nanggung-nanggung 10 cowok. Abi-mah lebih suka temenan da, enggak mau ngurusin yang begituan”. Dalam, dalam sekali… tega nian dia memperlakukan kaum adam yang menjadi hambanya yang memperlakukannya bagaikan ratu cleopatra dengan menghunuskan kata-kata lembut nan syahdu namun mematikan.
Secara fisik, bukan berarti aku melihat seseorang dari segi fisik, dia sama halnya dengan gadis-gadis lain. Pada umumnya para kaum adam berfikir bahwa penampilan adalah nomor satu dan itu tidak dapat dipungkiri. Namun, percaya atau tidak bagi kaum hawa penilaian dari pada penampilan kaum adam hanya bertahan 10 detik pada pandangan pertama, dan detik ke 11 hingga seterusnya kaum hawa hanya melihat dari personalitas atau kepribadian sang adam. Oleh karena itu, para kaum adam perlu dan harus melakukan perbaikan dengan memperbaiki kepribadian. Sudah kita tidak akan membahas mengenai hal itu, nanti akan melenceng jauh dari yang sedang kita bicarakan. Seperti tadi kataku, dia secara fisik tak berbeda dengan gadis se-usia-nya. Seperti perempuan, aku menilai dirinya dari kepribadiannya, dia orang yang mudah bergaul dan aku sangat iri akan hal itu. Senyum, salam, ramah, dan hal lainnya itu yang dia perlihatkan kepada diriku. Membuat diriku tak ber-kutik untuk menolak menyukainya. Dia memiliki kekurangan pada bagian mata kanannya, namun aku tidak akan membicarakan mengenai hal itu. Dzalim. Matanya kadang terlihat sipit, kadang terluhat besar. Aneh, ya tapi itu tak menyurutkan ku untuk mendapatkannya. Hidungnya tidak terlalu mancung, agak sedikit besar, bibirnya tidak merah jambu, namun agak terlihat kehitaman meski dia bukan perokok. Jujur, selain pada mata kananya dibagian giginya dia memiliki kekurangan. Senyumnya itu lho, tidak jauh dari senyuman se-ekor hiu putih yang sedang girang melihat anjing laut sebagai mangsanya. Kulitnya, hmmm… aku tak bisa menjelaskan secara rinci. Kadang dia terlihat putih kadang juga seperti sawo busuk. Entah mataku yang salah atau memang dia seperti itu, entahlah…
Sekarang mungkin sudah satu tahun aku menyukainya dan tak ada perkebangan sedikitpun. Kadang aku heran terhadap diriku sendiri, aku dapat menarik perempuan mana saja untuk dekat dengan ku, tak sedikit juga beberapa diantara teman perempuanku menyatakan perasaan sukanya padaku. Namun untuk yang satu ini, sulit, sungguh sulit. Tak mampu segala trik yang aku gunakan mempan pada dirinya, dan itu menyebalkan. Namun karena hal itu juga aku semakin menyukainya, sesuatu yang tidak mudah didapat berarti memiliki suatu harga yang sangat spesial dibanding sesuatu yang terbilang mudah di dapat. Bulan demi bulan aku lewati dengan tanpa sedikitpun melupakannya, kadang aku malu karena aku lebih sering mengingatnya dari pada mengingat siapa yang menciptakan diriku, maafkan aku ya Allah. Namun itu dahulu, sekarang aku lebih mampu untuk mengontrol fikiran ku, memang aku sadari aku pandai. Ketika aku kehilangan handphone GSM ku, dan ketika aku diberi pilihan oleh orang tuaku untuk memilih HP baru entah kenapa aku memilih CDMA sama dengan yang dia gunakan. Dan penyesalan memilih HP itu aku rasakan sekarang. Dahulu hampir setiap malam aku meneleponnya, meski hanya untuk mendengar cacian dan makian darinya karena aku menelpon pada saat homo sapiens lain istirahat.
Dahulu adalah dahulu yang sedang terjadi adalah sesuatu yang sedang aku rasakan dan yang akan terjadi adalah hal yang akan dan pasti menimpaku. Sekarang disini aku merasa hubungan kami semakin jauh, ya semakin jauh. Entah aku yang membosankan, atau aku kehilangan rasa pada dirinya. Meski begitu aku tidak akan mendahului nasib dengan cara menyerah pada keadaan. Aku akan menjemput takdirku dan mengikutinya, never give up, never stop, and you guys give me applause. Maybe I love Her, yes… Maybe…
Sudah cukup lama aku tidak posting artikel-artikel karya ku. Hmmm…. kesulitan ku adalah mendapatkan judul untuk artikelnya. Tentang cinta? Membosankan sudah jutaan bahkan milyaran blog disana yang pasti membahas mengenai cinta. Aku ingin sesatu yang berbeda, sesuatu yang lain yang belum pernah di keluarkan oleh homo sapiens lainnya. Aku ingin menjadikan artikelu itu adalah sesuatu yang master piece, yang unik, different dari article yang lain. Ada masukan? Padahal sudah aku sediakan tempat untuk request namun hasilnya nihil no body visit and write some request yang nantinya akan aku tulis sebagai artikel ku. Jadi sekarang yang aku lakukan adalah menulis tulisan iseng yang aneh, jerk. Sudahlah yang penting aku sudah peringatkan kalian, if you wanna read my article here, in my blog please leave some comment or request something for me. Thanks before!
Artikel ini sepcial untuk you guys yang merasa cowok aja, bukan bermaksud cewek enggak boleh baca namun ini lebih di spesialisasi kan untuk cowok. Sekarang yang akan kita bahas adalah mengenai sesuatu hal yang mungkin berlawanan dengan fikiran you guys disana, dan mengenai belajar dari kesalahan. Hal yang akan di bahas disini adalah yang berhubungan dengan romantisme yang berhubungan dengan relationship antara dua insan yang berbeda jenis, buat you guys yang memiliki kelainan mengenai romantisme atau lebih singkatnya homo silakan tinggalkan blog ini sekarang juga. Najis deh blogku di kunjungin sama homo!!. Kita singkirkan mengenai homo. Yang akan di bahas adalah rasa sakit hati, setiap orang pernah sakit hati entah karena penolakan, perselingkuhan, backstreet, HTS, or some thing else.
Rasa sakit hati pada umumnya di sebabkan karena kita mendapatkan apa yang tidak kita inginkan misalkan waktu you guys nembak cewek terus di tolak, tentu bukan keinginan kita untuk di tolak namun ada sesuatu bagi sang cewek untuk menolak you guys. Percaya enggak percaya, ketika sang cewek menolak kalian adalah karena itu 100% kesalahan kalian. Kenapa? Seperti pepatah bilang bahwa cewek berasal dari venus dan cowok berasal dari mars, bagaimana mungkin kedua mahluk itu akan bersatu sedangkan alam mereka saja berbeda. Tak kurang bagi seorang cowok ketika ingin menyatukan diri dengan mahluk venus tersebut melakukan hal-hal yang tolol. Sampai-sampai ada cowok yang nangis di depan cewek supaya cintanya di terima, sungguh bodoh. Kalau you guys ada yang seperti itu silakan potong penis kalian dan ubah dandanan dengan yang lebih feminim. Selain tangisan ada juga yang memperlakukan cewek seperti dengan hal-hal yang lazim muncul di sinetron seperti pendapat bahwa cewek tuh harus dipuja, dipuji, dimanja, ditraktir, dijaga, diberi kewenangan untuk mengatur cowok, dan berbagai hal negatif yang berawalan di-. Namun apa yang cowok tersebut dapat? Mereka hanya mendapat penolakan secara terang-terangan tidak secara remang-remang. Seperti yang you guys tau bahwa cewek lebih berfikir dengan hati dan mood mereka, sedangkan kita kaum adam lebih mengutamakan sesuatu yang rasional dan berandalkan otak. Dan itulah kesalahan kita kita terlalu berfikir rasional dan tidak memperdulikan apa yang cewek fikirkan. Kadang cewek ingin sesuatu yang rasional yang penuh dengan imajinasi, khayalan dan sesuatu yang berbeda dari cowok yang mendekatinya. Kesalahan kita adalah kita mengulang hal rasional seperi awalan di- di atas sebenarnya cewek sudah sering mendapatkan pujian, sanjungan, traktiran, dsb. Namun yang mereka butuhkan adalah sesuatu yang beda sesuatu yang tidak terlalu rasional namun tidak terlalu jauh dari rasional. Dengan memberikan nuansa atmosfir yang berbeda ketika mendekati cewek otomatis cewek itu akan bereaksi atas reaksi yang kita berikan. Ingatlah kata-kata ini “Setiap kaum adam BERHAK untuk mendapatkan cewek manapun”.
Selain hal diatas kita sering berfikir bahwa dengan menjadi teman dekat si cewek maka akan mendekatkan kita dengan dirinya dan hal itu merupakan kesempatan besar untuk menjadikan hubungan menjadi lebih. Namun hal itu SALAH BESAR! Dengan menjadikan diri kita sebagai teman si cewek justru akan menjauhkan kita dari hubungan yang kita ingikan, jangan munafik dengan berkata “gw dah seneng kok deket sama dia” padalah dalam hati kecilnya “gw pengen jadi cowok loe”. Berdasarkan survey langsung ternyata cewek justru tidak mau menjadikan pacar dari golongan teman, karena mereka sudah nyaman dengan status teman dan jika pacaran takutnya mereka tidak mendapatkan kenyamanan sama sekali karena taku putuslah atau hal-hal lainnya. Jangan pernah jadi dukun curhatnya, meskipun hal itu positif dimata kamu karena tuh cewek percaya sama kamu namun kenyataanya …. kamu tau sendiri lah berapa orang yang diterima cintanya dengan cara PDKT dengan curhat-curhatan. Meskipun ada pasti sedikit.
Sebenernya yang namanya pacaran itu tidak perlu, kenapa? Alasannya adalah mengapa kita harus bersama satu cewek sedangkan kita dapat bersenang-senang dengan cewek lainnya yang tentu saja lebih menarik daripada dia. Sikap positif yang kamu terpain adalah “tujuan kamu mendekati cewek itu adalah untuk menyadarkan mereka bahwa mereka benar-benar mencintai kamu dan apabila sudah ada kata mencintai, kamu akan membuang mereka seperti mereka membuanf kamu dahulu”. See you guys! Tetep SEMANGAT meski tanpa pacaran.